Tampilkan postingan dengan label Arsip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsip. Tampilkan semua postingan

Soal Uraian untuk UTS semester 2 Kelas X dan XI IPS SMAN 1 SERANG BARU

KELAS X GEOGRAFI
1. Jelaskan perbedaan lahan dengan tanah
2. Jelasnkan tanah aluvial dan dimana penyebarannya?
3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi erosi?
4. sebutkan macam-macam pelapukan baik yang terjadi secara mekanik, kimia, dan organik!
5. Jelaskan pengertian diatropisme!

KELAS XI IPS GEOGRAFI
1. Jelaskan pengertian lingkungan hidup menurut UU dan menurut anda!
2. Jelaskan fungsi hutan!
3. Jelaskan yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan!
4. KTT bumi pada tahun 1992 diadakan di negara mana?
5. Apa tujuan dan sebutkan pula tiga hal pokok pembangunan yang berwawasan lingkunga?

BEKASI SIMPAN POTENSI

SIAPA sangka kalau Kab. Bekasi yang sudah berumur 59 tahun ini ternyata menyimpan banyak potensi. Dari kepopulerannya sebagai kabupaten yang mempunyai kawasan indutri terbesar di Indonesia hingga potensi sumber daya alamnya.
Bahkan, menurut data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Bekasi, transaksi finansial bisa mencapai Rp 450 triliun per tahun. Tentu saja hal itu tidak lepas dari tujuh kawasan industri yang ada di wilayah Kab. Bekasi.
"Sekitar 80% investasi di Jawa Barat berasal dari Kabupaten Bekasi. Tentu saja ini merupakan kontribusi bagi propinsi dari potensi yang dimiliki. Bahkan, perputaran uang di Kabupaten Bekasi tiga kali lipat daripada perputaran uang di Batam, sebagai tempat yang disebut-sebut mempunyai perputaran uang tinggi," kata Kepala Bappeda Kab. Bekasi, Jamary Tarigan.
Menurut Tarigan, selain telah digunakan untuk tujuh kawasan industri yang mempunyai sekitar 3.000 industri, potensi lahan untuk mendirikan kawasan pun masih terbuka lebar. Pasalnya, sebanyak tujuh kawasan industri tersebut masih menggunakan sekitar 40% atau sekitar 7.000 hektare lahan yang disediakan untuk pengembangan kawasan industri. "Jadi masih banyak lahan yang bisa dijadikan kawasan industri. Tentu saja disesuaikan dengan rencana pengembangan wilayah yang kami susun," ujar Tarigan.
Meski begitu, Tarigan tidak menampik jika kurangnya pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kendala. "Namun, kami sudah melakukan pengembangan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan kawasan industri dengan jalan umum, rencana pembangunan flyover, dan rencana pembangunan pelabuhan internasional," kata Tarigan.
Misalnya, lanjut dia, pembangunan flyover yang direncanakan akan dibangun tahun 2010, adalah di Tambun dan Cibitung. "Pembangunan akan dilaksanakan awal tahun depan karena hingga saat ini pemkab sedang melakukan survei. Untuk tahap pertama, akan dibangun flyover di Tambun, agar kemacetan bisa dikurangi sehingga lalu lintas barang dan manusia tidak terganggu," ujar Tarigan.
Sementara itu, pembangunan pelabuhan internasional menurut rencana akan dibangun di Kec. Tarumajaya dengan luas lahan 500 hektare. Realisasinya pada pertengahan tahun ini, dan kini tinggal menunggu izin dari Menteri Perhubungan.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kab. Bekasi, Porkas Pardamaian H., mengatakan pihaknya menargetkan proses pembangunan akan selesai pada tahun 2011. Namun, untuk merealisasikan pelabuhan tersebut ada beberapa tahapan yang harus dilalui.
Menurut Porkas, hingga kini Pemkab Bekasi telah memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. "Pelabuhan internasional tersebut akan memiliki kedalaman laut 21 meter dan memiliki kegunaan selain untuk pelabuhan internasional. Kami juga berencana menjadikannya sebagai lahan bisnis kargo," ucap Porkas.
Lebih lanjut, Porkas menjelaskan pembangunan pelabuhan internasional itu dilakukan oleh pihak swasta (kontraktor) dan berdasarkan kesepakatan, pelabuhan itu nantinya akan dikelola oleh swasta selama 30 tahun sebelum diserahkan kepada pemerintah.
Hal senada dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Bekasi, Dadang Mulyadi. Menurut Dadang, adanya kawasan industri tentu saja mendatangkan banyak keuntungan bagi Kab. Bekasi, tidak hanya dari sektor pajak yang secara otomatis menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun juga dampak sosial yang dapat membawa efek postif bagi masyarakat sekitar.
"Dengan adanya kawasan industri, ekonomi masyarakat tumbuh. Selain itu, investasi di bidang pariwisata juga tumbuh, sebagai multiefek dari pengembangan kawasan industri," kata Dadang.
Oleh karena itu, untuk tahun-tahun mendatang pembangunan kawasan industri masih menjadi salah satu prioritas yang akan dikembangkan oleh Pemkab Bekasi. Demi mempercepat pembangunan, lanjut Dadang, kemudahan izin, penyediaan fasilitas, dan jaminan keamanan usaha telah dilakukan.
Tidak hanya industri, Kab. Bekasi juga ternyata masih menyimpan banyak potensi alam, dan salah satunya adalah gas alam. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas alam tersebut, Pemkab Bekasi membentuk badan usaha, yaitu PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM Persero) yang merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Sedikit banyak, PAD kami juga terdongkrak dari BBWM," kata Dadang.
Kegiatan usaha yang dilakukan PT BBWM bergerak di bidang infrastruktur, minyak dan gas, serta Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Dari kegiatan pengilangan gas, Pemkab Bekasi meraup sedikitnya Rp 6,5 miliar pada tahun 2007, dan meningkat di tahun 2008. "Diharapkan, pendapatan dari gas bumi akan meningkatkan PAD Pemkab Bekasi pada tahun-tahun berikutnya," ujar Dadang.
Dari sisi PAD, Kepala Dinas Pendapatan, Pengolahan Keuangan, dan Aset, Uju menuturkan, target pendapatan Kab. Bekasi tahun 2009 sekitar Rp 100 miliar dari pajak PBB industri, Sementara itu, untuk gas alam yang dikelola oleh BUMD Kab. Bekasi, sekitar Rp 26 miliar.
"Selain itu, dari gas industri, pajak penggunaan energi listrik yang dikelola swasta untuk industri-industri juga menambah PAD sekitar Rp 26 miliar, dana perimbangan pajak sekitar Rp 360 miliar. Sedangkan, untuk kekayaan alam termasuk di antaranya gas alam, kami mendapat dana perimbangan sebesar lebih dari 26 miliar," ungkap Uju. (Wilujeng Kharisma/"PR")***
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=92591

Bangunan Pembuat Bata (LIO)

Ratusan lio berjejer di dataran dengan kemiringan 0 derajat. Bahkan ada yang di atas bukit-bukit, bangunan itu mengepulkan asap dari hasil pembakaran kayu untuk mengeringkan tanah yang telah dicetak sebelumnya, berbentuk persegi. Karena jumlah projek pembangunan perumahan berbahan bata merah di daerah bekasi lah yang membuat para pembuat batu bata merah ini bertahan. Perumahan KSB dan Mutiara adalah dua dari beberapa perumahan baru yang di bangun di kawasan ini. Perumahan yang belum begitu banyak di rehab ini membuat para pengusaha akan menghasilkan banyak pesanan nantinya.

Proses pembuatan bata merah diawali dari pengadukan tanah dengan huut (bubuk sekam) atau biasa disebut ngaluluh. Untuk membuat 20 ribu potong bata merah dibutuhkan campuran tanah liat dengan dua puluh karung (400 kg) sekam. Setelah itu campuran tersebut dipancong (diinjak-injak). Tahap selanjutnya adalah pencetakan. Pada tahap ini bahan bata merah dicetak pada sebuah cetakan berukuran 20x10x5 cm. Kemudian dipegangkeun (ditata secara berjajar) supaya kering. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama. "Mun cuacana keur alus mah 3 minggu ge garing. Tapi mun usum hujan jiga ayeuna mah bisa dua bulanan (Jika cuaca sedang bagus tiga minggu juga kering. Akan tetapi, jika musim hujan seperti sekarang bisa dua bulanan)," kata Oyib (45), salah satu pembuat bata merah. Setelah kering bata-bata tersebut dibersihkan untuk kemudian dipanggang di lio agar matang, kuat, dan siap pakai.

Selain memakan waktu yang cukup lama, produksi bata merah ini juga menghabiskan banyak biaya seperti ongkos ngaluluh dan mancong Rp 30,00 per bata dan mencetak sebesar Rp 15,00 per bata. Biaya untuk membuat 10 ribu bata besar sekali. Bayar untuk buruh mengaduk, menggilas, dan mencetak saja sudah Rp 500.000,00. untuk pemilik lahan memberi sebanyak 1.500 bata. Belum bubuk sekam 150 karung dikalikan Rp 4.000,00. tidak ada untungnya).

Bahan baku utama berupa tanah lempung banyak dijumpai di kawasan ini dan setiap harinya digali oleh ratusan perajin bata, memang banyak tapi kemungkinan nanti jumlahnya semakin menipis. Ketergantungan terhadap cuaca juga sangat memengaruhi pembuatan bata merah. Saat kemarau, pengeringan bata dapat berlangsung cepat. Namun, saat hujan butuh waktu cukup lama untuk mengeringkan bata merah.

Industri bata merah sudah bernapas beberapa dekade. Menghidupi ribuan warga di daerah Bekasi tersebut.

Kualitas dari Lingkngan kerja yang Positif


Peter Warr (1999) mereview tentang penelitian kepuasan kerja dan mengklasifikasikan elemen mayor dari lingkungan kerja merupakan determinan dari bekerja. Elemen-elemen tesebut adalah:
1. Opportunity for personal control. Pekerja membutuhkan kepastian kerja, kebebasan, otonomi, partisipasi dalam membuat keputusan, dan determinasi diri dalam bekerja.
2. Opportunity for skill use. Kebutuhan kompetensi adalah satu dari tiga hal yang paling mendasar dari kebtuhan manusia.
3. Reasonable externally generated goals. Kepuasan kerja diasosiasikan dengan adanya tujuan yang jelas yang dapat menstimulasi kondisi kerja yag menantang.
4. Variety. Ketertarikan terhadap bidang kerja dan tersedianya kesempatan untuk belajar hal yang baru merupakan hal yang penting dalam bekerja
5. Environmental clarity. Satu hal penting adalah kejelasan umpan balik atau bagaimana individu dapat menjelaskan tugas, pekerjaan, kekhawatiran, dan tujuan didalam organisasi/ perusahaan.
6. Availability of money. Bekerja diasosiasikan dengan gaji yang mereka terima.
7. Physical security. Berkenaan dengan kondisi yang bagus dalam bekerja, keamanan, dan alat kerja yang memadai.
8. Supportive supervision. Hal ini berhbungan dengan menejemen yang supportif dan kepemimpinan yang efektif.
9. Opportunity for interpersonal contact. Poin 8 dan 9 merupakn hal yang penting dalam bekerja, seperti hubungan sosial dalam kerja. Karena hal ini dapat menjadi sumber semangat, pengakuan, validasi, dan penghargaan sosial lainnya.
10. Valued socil position. Setatus sosial sangat penting bagi banyak orang dan perasaan ini dapat menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.
Lingkungan kerja yang sehat
Turner dan kawan-kawan (2002) menyatakan bahwa lingkungan kerja dapat dirubah berdasarkan kebutuhan supaya pekerja dapat merasakan kepuasan dan bahkan dukungan didalam melakukan pekerjaan mereka. Analisa ini didasari oleh tiga poin utama:
Work redesign
Turner dan kawan-kawan (2002) percaya bahwa ketika variasi kemampuan, identitas tugas, dan tingkat kesulitan tugas terstruktur untuk memberikan lingkungan kerja yang sehat, maka ada tiga keadaan psikologi yang dipupuk: proses kerja terasa lebih bermakna, adanya rasa tanggung jawab terhadap hasil kerja, dan muncul pengetahuan baru mengenai proses pencapaian hasil. Ada beberapa asumsi mengapa mendesain ulang kerja sangat berguna. Pertama, kontrol kerja dan umpan balik yang memadai dan mendukung sangat penting untuk meningkatkan kepuasan kerja. Kedua, kepuasan kerja juga ditentukan oleh jelasnya jalur komunikasi. Artinya, ada kejelasan kepada siapa karyawan harus melapor ketika menemukan kesulitan. Ketiga, lingkungan kerja yang mendukung kepuasan kerja harus mempertimbangkan beban kerja yang manusiawi karena jika karyawan dibebani dengan beban tugas yang berlebihan, maka karyawan tersebut akan mengalami deteriorasi fisik dan mempunyai suasana hati yang buruk.
Teams and work groups
Pengaruh positif dari kerja kelompok telah dibuktikan didalam riset dan dalam lingkungan kerja yang sebenarnya. Salah satu keuntungan dari kerja kelompok adalah bahwa kelompok dapat memberikan networking dan pertemanan. Selain itu, kelompok dapat dijadikan tempat untuk mencari bantuan ketika mengalami kesulitan didalam pekerjaannya dan sumber informasi. Hampir setiap anggota kelompok merasakan keuntungan ketika telah tercipta rasa kesatuan diantara anggota.
Transformational leadership
Transformational leadership (kepemimpinan transformational) merupaka gaya kepemimpinan dimana supervisor, manager dan karyawan lain saling membantu didalam menciptakan suasana kerja yang mempunyai visi atau misi untuk mengedepankan organisasi. Riset mampu menunjukan bahwa kepemimpinan Transformational ini mampu meningkatkan kepuasan kerja, meningkatkan persepsi positif karyawan terhadap pimpinan dan meningkatkan loyalitas karyawan kepada organisasi.
Pada umumnya orang akan menjadi lebih puas dengan pekerjaan yang tidak menimbulkan stres kerja yang berarti, dimana pekerjaan tersebut memungkinkan untuk mengalami tantangan, kesempatan untuk belajar skil baru dan mempunyai kebebasan untuk mencari solusi terhadap suatu permasalahan. Dengan kata lain, bagi banyak orang saat ini, gaji tinggi bukan lagi menjadi alasan utama untuk menerima pekerjaan karena saat ini banyak orang lebih mempertimbangkan kenyamanan dan kepuasan didalam bekerja.

Gunung SALAK

Salak

Gunung ini dapat didaki dari beberapa jalur diantaranya jalur yang umum sering dipakai adalah jalur dari Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, dari Cangkuang ini ada dua jalur yakni jalur lama yang menuju puncak Gunung Salak 1 dan jalur baru yang menuju Kawah Ratu. Jalur yang penuh dengan nuansa mistik untuk berjiarah adalah jalur dari Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

JALUR CANGKUANG CIDAHU
Jakarta naik bus jurusan Sukabumi atau kereta api dari Bogor jurusan Sukabumi turun di Cicurug.
Dari Cicurug naik angkot jurusan Cidahu.

Dari Bumi perkemahan - Shelter I = 1 jam
Shelter I - Shelter II = 1 jam
Shelter II - Shelter III = 1 jam
Shelter III - Shelter IV = 1 jam
Shelter IV - Shelter V = 1 jam
Shelter V - Shelter VI = 1 jam
Shelter VI - Shelter VII = 1 jam
Shelter VII - Puncak = 30 menit

* MENUJU KAWAH RATU

Dari Shelter IV masih diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk menuju Kawah Ratu. Kawah ini terdiri 3 kawah, Kawah Ratu (paling besar), Kawah Paeh (kawah mati), Kawah Hurip (kawah hidup). Kawah Ratu termasuk kawah aktif dan secara berkala mengeluarkan gas berbau belerang.


JALUR GIRI JAYA ( CURUG PILUNG )

P puncak Gunung Salak dapat melalui Jalur Giri Jaya dengan waktu tempuh sekitar 5 - 8 jam perjalanan. Jalur ini tepatnya berada di Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Untuk menuju desa Giri Jaya dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan Ojek dari Cicurug dengan ongkos sekitar Rp. 7.500,- Atau pendaki dapat berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan. Tidak ada kendaraan umum yang menuju Giri Jaya sehingga tempat ini tidak begitu dikenal.

* Cicurug (Jakarta -Sukabumi)
* Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu
* Pertapaan Eyang Santri
* Perkebunan Damar
* Hutan Tropis
* Makam Pangeran Santri
* Shelter VII
* Puncak Gn. Salak 1


JALUR GIRI JAYA ( CISAAT - CICURUG )

Jakarta - Sukabumi turun di Cicurug, kemudian disambung dengan menggunakan mobil angkot ke Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. yang hanya ada di pagi hari. Dapat juga di tempuh dengan menggunakan kendaraan ojeg yang ongkosnya berkisar Rp.10.000,- bila ingin berjalan kaki dapat memakan waktu sekitar 3,5 jam.

* Cicurug (Jakarta -Sukabumi)
* Cicurug - Cisaat
* Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu
* Gapura pintu masuk Gn. Salak
* Kebun dan Persawahan
* Hutan tropis
* Makam Pangeran Santri
* Shelter VII
* Puncak Salak I